Recent Posts

Pages: 1 ... 4 5 [6] 7 8 ... 10
51
General Discussion / Re: Presentasi HAYU IKA ANGGRAINI
« Last post by Ria Kurniawati on October 03, 2021, 06:09:49 pm »
Mohon iijin bertanya Mbak Hayu
Menurut pendapat Mbak Hayu seberapa besar seharusnya keterlibatan pendidik dalam memantau media sosial pribadi peserta didik?
52
General Discussion / Re: Presentasi RIA KURNIAWATI
« Last post by Ria Kurniawati on October 03, 2021, 06:03:51 pm »
Terima kasih atas pertanyaannya Mbak Senja
Dan terima kasih atas masukan yang sangat baik dari Mbak Siti Latifa
Beberapa hal yang bias dilakukan untuk memberi pemahaman kepada peserta didik, tentang dampak negatif penggunaan gadget terlalu terus menerus adalah:
1.   Persuasif
Adakan komunikasi dengan peserta didik, agar peserta didik mereka mengetahui bahwa penggunaan gadget yang berlebih akan menimbulkan dampak negatif. Kita dapat memberi contoh nyata yang dialami peserta didik tekait dengan aktivitasnya yang berlebihan dalam penggunaan gadget, seperti, saat menggunakan gadget, kalian akan jadi dekat dengan orang yang jauh, namun ada jarak dengan teman dekat atau saudara.
Dengan berlebihan bermain gadget, peserta didik jadi malas bergerak dan berolah raga jadinya mudah lelah, dan sebagainya.
2.   Contoh
Berikan contoh pada peserta tentang manajemen waktu dalam penggunaan gadget. Fokus pada peserta didik saat mengajar mereka, hindari bermain gadget saat kegiatan belajar mengajar berlangsung. Karena apa yang dilihat anak akan tertanam dalam benaknya.
Begitupun di lingkungan rumah, beri pemahaman kepada orang tua untuk dapat melakukan managemen waktu penggunaan gadget yang harus dipatuhi oleh seluruh anggota keluarga bukan hanya anak saja
3.   Solutif
Berikan kesempatan pada anak untuk melakukan aktifitas lain sebagai pengganti aktifitas bermain dengan gadget. Kegiatan bisa dilakukan dirumah bersama orang tua dengan mengajak anak untuk melakukan hal-hal menyenangkan seperti berkebun, menyiram tanaman di halaman rumah, dsb.
Berikan ide – ide aktifitas permainan yang menyenangkan untuk dimainkan seperti gobag sodor, lompat tali, kelereng, dan permainan sederhana seperti monopoli atau ular tangga, dan sebagainya.
Jadi, selain kita beri pemahaman akan dampak negatif yang ditimbulkan, kita juga harus memberi contoh sekaligus solusi untuk mengurangi penggunaan gadget yang berlebihan
53
General Discussion / Re: Presentasi RIA KURNIAWATI
« Last post by wahyu puji rahayu on October 03, 2021, 12:11:53 am »
oke terima kasih mbak ria untuk penjelasanya ;)
54
General Discussion / Re: Presentasi HAYU IKA ANGGRAINI
« Last post by Hayu Ika Anggraini on October 02, 2021, 11:15:29 pm »
Terimakasih atas pertanyaannya Mbak Latifa,
menurut pendapat saya dalam hal ini bukan hanya peran guru yang diperlukan tetapi peran orang tua juga sangat berpengaruh, langkah yang dapat dilakukan adalah seperti membatasi waktu penggunaan gadget, memberi jadwal penggunaan gadget untuk melihat sosial media/game, tentukan maksimal waktu penggunaan untuk bermain game, dan jangan cuma melarang tetapi berikan saran mengenai informasi resiko, bahaya, dan dampak negatif media sosial ,sehingga nantinya anak mengerti bahwa ia tak boleh menggunakan gadget dengan sembarangan
55
General Discussion / Re: Presentasi HAYU IKA ANGGRAINI
« Last post by Hayu Ika Anggraini on October 02, 2021, 11:04:45 pm »
Terimakasih atas pertanyaannya Mbak Wahyu,
Menurut pendapat saya guru dapat membimbing siswa dalam memanfaatkan media sosial guna melatih kreativitas siswa dengan membuat sesuatu yang bermanfaat, seperti video pembelajaran yang dapat di upload di sosial media. Hal ini tentunya akan meningkatkan dan mengembangkan kemampuan siswa dalam komunikasi dan bersosialisasi. sehingga di harap nanti kreativitas siswa itu bukan hanya dinikmati oleh siswa tersebut saja namun juga bermanfaat bagi orang lain yang melihatnya. 
56
General Discussion / Re: Presentasi RIA KURNIAWATI
« Last post by Ria Kurniawati on October 02, 2021, 10:55:51 pm »
Terima Kasih Mbah Wahyu untuk pertanyaan dan responnya

Terkait dengan cara kita sebagai pendidik untuk dapat memfokuskan anak untuk tetap belajar meski saat bermain yaitu yang pertama adalah adanya perubahan mindset pada kita sebagai pendidik bahwa anak sebaiknya belajar dan belajar. Tidak boleh bermain!
Kita harus mulai memasukkan bermain dalam metode belajar anak, dengan harapan belajar menjadi menyenangkan (joyful learning). Pendidik harus mampu memahami manfaat bermain bagi perkembangan dan akhirnya akan mampu merancang permainan yang dapat digunakan dalam menstimulasi perkembangan.
Saat kita memilih mainan ataupun permainan, kita harus dapat mempertimbangkan fungsi stimulasi yang ada. Ketika seseorang melakukan permainan, maka di dalamnya dirancang agar terdapat dasar perilaku yang juga mendukung perkembangan mental anak.
Stimulus yang diberikan pada saat bermain juga berperan sangat penting. Misal saat anak menyusun balok – balok mainannya, kita ajak komunikasi untuk pengenalan warna, jumlah, bentuk, ukuran, dsb. Hal ini akan membuat anak merasa bahwa belajar adalah sesuatu yang menyenangkan.
57
General Discussion / Re: Presentasi RIA KURNIAWATI
« Last post by Ria Kurniawati on October 02, 2021, 10:24:12 pm »
Terima kasih Mbak Hayu atas pertanyaan dan responnya
Dampak merupakan pengaruh kuat yang mendatangkan akibat baik itu akibat positif maupun akibat negatif. Beberapa hal yang menjadi dampak positif terhadap pembelajaran untuk anak adalah:
1.   Tersedianya sumber ilmu pengetahuan yang luas
2.   Munculnya metode - metode pembelajaran yang baru dan memudahkan proses pembelajaran.
3.   Pelaksanaan pembelajaran tidak lagi dibatasi ruang, jarak dan waktu
4.   Mudahnya sistem pengolahan data hasil penilaian pembelajaran sehingga tindak lanjut dapat segera terlaksana dengan tepat sasaran
5.   Mengurangi faktor resiko yang dapat terjadi di dalam proses kegiatan pembelajaran
Selain dampak positif, ada pula dampak negative yang dapat ditimbulkan dari media teknologi digital pada pembelajaran (Sudibyo, 2011:182), yaitu:
1.   E-learning yang dapat menyebabkan pengalihfungsian guru dan mengakibatkan guru jadi tersingkirkan, atau juga menyebabkan terciptanya individu yang bersifat individual karena system pembelajaran dapat dilakukan dengan hanya seorang diri. Sehingga berdampak pada hakikat manusia sebagai makhluk sosial akan tergerus.
2.   Seringnya mengakses internet dikhawairkan siswa bukannya benar-benar memanfaatkan teknologi informasi dengan optimal, tetapi malah mengakses hal-hal yang tidak baik, seperti pornografi, game online.
3.   Peserta didik bisa terkena information overload, yakni menemukan informasi yang tidak habis-habisnya yang tersedia di internet, sehingga rela menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengumpulkan dan mengorganisir informasi yang ada, yang akhirnya dapat membuat seseorang kecanduan.
4.   Siswa tidak memiliki sikap skeptic serta kritis terhadap sesuatu hal yang baru.
5.   Tindakankriminal (Cyber Crime). Di dalam dunia pendidikan hal ini dapat terjadi, misalnya pencurian dokumen atau asset penting tentang sebuah tatanan pendidikan yang sesungguhnya dirahasiakan (dokumen mengenai ujian akhir atau negara) dengan media internet.
6.   Menimbulkan sikap yang apatis pada masing-masing individu, baik bagi pendidik maupun peserta didik. Hal ini dapat dilihat misalnya pada system pembelajaran yang bersifat virtual maupun e-learning.
58
General Discussion / Re: Prrsentasi SENJA RICHMASARI
« Last post by wahyu puji rahayu on October 02, 2021, 07:19:59 pm »
Oke mbak senja terima untuk jawabannya.
Lalu jika anda berada di daerah tersebut alternatif apa yang ada siapkan apabila jaringan di daerah tersebut tidak stabil?
59
General Discussion / Re: Presentasi DEVIDA DWI AYUNINGRUM
« Last post by Siti Latifa Zahara on October 02, 2021, 01:21:25 pm »
Menurut anda seberapa besar peran perubahan teknologi dalam memberikan pengaruh terhadap dunai pendidikan ?
60
General Discussion / Re: Presentasi VALENTINARETNARAHAYU
« Last post by Siti Latifa Zahara on October 02, 2021, 01:18:05 pm »
Bagaimana menurut anda agar android tidak hanya digunakan untuk bermain game dan jejaring sosial saja, apalagi setelah dilaksanakannya PTM yang membuat android jadi asing bagi siswa, pertanyaan saya bagaimana jika dalam PTM masih digunakannya android akan tetapi digunakan sebagai media pembelajaran, langkah atau tindak lanjut seperti apa yang bisa dilakukan agar android bisa menjadi suatu yang bermanfaat bukan menjadi hal yang negatif ?. terima kasih
Pages: 1 ... 4 5 [6] 7 8 ... 10